Translate

Minggu, 24 Agustus 2014

TOBAT

TOBAT (risalah qusyairiyah)
“Orang yang bertobat dari dosa seperti orang tidak berdosa, dan jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya dosa tidak melekat pada dirinya.” (H.r. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim).
ini adalah para wali Allah……
Makna tobat dalama Bahasa Arab adalah “Kembali”. “Ia bertobat” beraarti “Ia kembali”.dengan mantap seseorang memutuskan tidak kembali pada kemaksiatan yang sama.”
Menyesali kesalahan adalah cukup untuk memenuhi persyaratan tobat.”
Sebab tobat yang pertama ialah terbangunya hati dari kealpaan, menyadari bahwa hamba tersebut berada dalam perilaku buruk. Ia mencapai ini dengan bantuan Allah swt. terhadap pikirannya. Ini berlangsung dengan cara mendengarkan kata hati, lantaran sebuah hadis menyatakan : “Allah mengingatkan pada kalbu Muslim.
Abu Ali ad-Daqqaq berkata : Tobat dibagi menjadi tiga tahap, tahap awal adalah tobat (tawbah), tahap tengah adalah kembali (inabah) dan ketiga awbah.” Ia menempatkan tawbah di awal, awbah di akhir, dan inabah di antara keduanya.Barangsiapa bertobat karena takut siksa, maka ia tergolong orang yang tobat. Siapa pun yang bertobat karena ingin mendapatkan pahala Ilahi, berada dalam keadaan inabah. Siapa pun yang bertobat lantaran mematuhi printah Ilahi, bukan karena ingin mendapatkan pahala maupun takut akan hukuman, berada dalam keadaan awbah.
Ibnu Atha’ berkata: “Terdapat dua jenis tobat : Inabah (kembali) dan istijabah (menjawab atau memenuhi). Dalam inabah sang hamba bertobat karena takut akan hukuman; dalam istijabah ia bertobat karena malu akan kemurahan-Nya
Sebagian kalangan Sufi mengatakan : “Tobat para pendusta berada di bibirnya, karena mereka hanya membatasi ucapannya pada Astaghfirullah
Seseorang bertanya kepada Rabi’ah Adawiyah : “Aku telah sering berbuat dosa dan menjadi semakin tidak taat. Tetapi, apabila aku bertobat, akankah Dia mengampuninya?” Dijawab oleh Rabi’ah, “Tidak. Tetapi apabila Dia mengampunimu, maka engkau akan bertobat.”
Ketahuilah bahwa Allah swt. berfirman : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah :222).

Yahya bin Mu’adz mengatakan : “Satu penyelewengan saja sesudah bertobat lebih buruk ketimbang tujuhpuluh penyelewengan sebelum bertobat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar