TOBAT (risalah qusyairiyah)
“Orang yang bertobat dari dosa seperti orang tidak berdosa, dan jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya dosa tidak melekat pada dirinya.” (H.r. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim).
“Orang yang bertobat dari dosa seperti orang tidak berdosa, dan jika Allah mencintai seorang hamba, niscaya dosa tidak melekat pada dirinya.” (H.r. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim).
ini adalah
para wali Allah……
Makna
tobat dalama Bahasa Arab adalah “Kembali”. “Ia bertobat” beraarti “Ia
kembali”.dengan mantap seseorang memutuskan tidak kembali pada kemaksiatan yang
sama.”
“Menyesali kesalahan
adalah cukup untuk memenuhi persyaratan tobat.”
Sebab
tobat yang pertama ialah terbangunya hati dari kealpaan, menyadari bahwa hamba
tersebut berada dalam perilaku buruk. Ia mencapai ini dengan bantuan Allah swt.
terhadap pikirannya. Ini berlangsung dengan cara mendengarkan kata hati, lantaran sebuah hadis
menyatakan : “Allah
mengingatkan pada kalbu Muslim.
Abu
Ali ad-Daqqaq berkata : “Tobat
dibagi menjadi tiga tahap, tahap awal adalah tobat (tawbah), tahap tengah
adalah kembali (inabah) dan ketiga awbah.” Ia menempatkan tawbah di awal, awbah
di akhir, dan inabah di antara keduanya.Barangsiapa bertobat karena takut siksa, maka ia tergolong orang
yang tobat. Siapa pun yang
bertobat karena ingin mendapatkan pahala Ilahi, berada dalam keadaan inabah. Siapa pun yang
bertobat lantaran mematuhi printah Ilahi, bukan karena ingin mendapatkan pahala
maupun takut akan hukuman, berada dalam keadaan awbah.
Ibnu
Atha’ berkata: “Terdapat dua jenis tobat : Inabah (kembali) dan istijabah
(menjawab atau memenuhi). Dalam inabah sang hamba bertobat karena takut akan
hukuman; dalam istijabah ia bertobat karena malu akan kemurahan-Nya
Sebagian
kalangan Sufi mengatakan : “Tobat para pendusta berada di bibirnya, karena
mereka hanya membatasi ucapannya pada Astaghfirullah
Seseorang
bertanya kepada Rabi’ah Adawiyah : “Aku telah sering berbuat dosa dan menjadi
semakin tidak taat. Tetapi, apabila aku bertobat, akankah Dia mengampuninya?”
Dijawab oleh Rabi’ah, “Tidak. Tetapi apabila Dia mengampunimu, maka engkau akan
bertobat.”
Ketahuilah
bahwa Allah swt. berfirman : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah :222).
Yahya bin Mu’adz mengatakan : “Satu
penyelewengan saja sesudah bertobat lebih buruk ketimbang tujuhpuluh
penyelewengan sebelum bertobat.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar